Hidup itu Pilihan

"Hidup itu pilihan". Itu adalah jawabku setiap kali orang bertanya apa aku tidak sayang untuk meninggalkan pekerjaan demi menikah. Dalam hidup, siapa sih yang bisa mendapatkan semua yang diinginkan? Pada akhirnya kita harus memilih kehidupan yang mana yang akan kita jalani dengan segala konsekwensinya.
Banyak yang menyayangkan keputusanku untuk mengundurkan diri dari pekerjaan sekarang dan keluar dari Ibu Kota, Jakarta. Kurang nyaman apa aku disini? Posisi pekerjaan lumayan, letak rumah yang dekat dengan kantor sehingga tidak perlu menghadapi gilanya macet Jakarta...dan beberapa kekhawatiran teman-teman kalau nanti aku bosan, atau lebih parah: direndahkan/tidak dianggap suami dan keluarga suami karena tidak bekerja. Iya, memang ada kejadian nyata seperti itu.
Tapi selama 38 tahun aku hidup dengan segala jatuh bangunnya, aku terlalu percaya bahwa Tuhan sangat sayang dan selalu menjaga aku. Jadi, kenapa takut?
 
Kenapa takut? Huhuhu...sok paten kalau aku bilang begitu. Ketakutan pasti ada, ibarat memasuki dunia baru dan keluarga baru, aku akan menghadapi apa? Apakah aku bisa menerima suamiku dengan segala kelebihan dan kekurangan? Apakah aku bisa menerima keluarga suamiku dengan segala kelebihan kekurangan? Demikian sebaliknya, apa dia bisa menerima aku dan keluargaku dengan segala kelebihan dan kekurangan? Karena menikah dengan orang Batak itu tidak hanya menikah dengan pasangan, tapi juga artinya 'menikah' dengan seluruh keluarganya, begitu kata orang-orang.
Tapi tak pernah terbersit sedikitpun satu ketakutan aku akan kekurangan secara financial, atau dianggap rendah/tidak dianggap oleh suami dan keluarganya karena aku tidak bekerja. Kenapa? Entah. Aku punya keyakinan bahwa aku punya Tuhan yang hebat, yang tidak pernah meninggalkan aku dalam keadaan kekurangan. Tidak pernah, dan aku yakin tak akan pernah. Dan Tuhan yang hebat tidak akan menciptakan manusia yang lemah, kecuali memang kita yang memilih menjadi lemah. Mungkin hanya satu ketakutan ketika akhirnya aku tidak bekerja dan pindah ke Medan, apakah aku betah? apakah aku tidak bosan? Eh, itu sudah 2 ketakutan ya hehehe.
Tak butuh berpikir lama ketika aku akhirnya meng-iya-kan ajakan calon suamiku untuk pindah ke Medan, ketika dia beralasan Jakarta itu macetnya bikin stress, jarak yang jauh antara rumah yang mungkin mampu kami beli/sewa dgn kantorku yang ditengah kota akan menambah beban lelahku dengan umur yang tak lagi muda untuk punya anak. Seorang teman berkata, anak jangan dipikirin, dapet gak dapet itu anugerah dari Tuhan. Memang benar, tapi aku ingin Tuhan lihat, "Tuhan...sebesar ini aku ingin punya anak, aku mau menjalani apa saja dan meninggalkan apa saja demi itu..."
Tuhan sudah menjawab doaku untuk diberikan pasangan, apakah aku dengan segala keegoisan mau mempersusah diri dengan lelah dan stress yang membuat aku sulit hamil? Terlalu egois aku untuk bertahan demi eksistensi, harga diri atau entah apalah namanya. Selalu masih ada waktu untuk bekerja, tapi tik tok tik tok...jam biologisku terus berjalan untuk suatu kehamilan yg sehat.
Jika dengan segala usaha, dengan segala doa, Tuhan masih belum memberi apa yang kuminta...yah...aku percaya rancangan Tuhan bukan rancangan yang mencelakakan, selalu ada alasan untuk suatu perkara. So I leave it in God's hand. I'll do my best, and God will do the rest. I believe. Hidup itu Pilihan.
 
Jakarta, 23 Sept 2013.
H-2 Months from my wedding day by rosceh

12 komentar:

karila arilex said...

Semoga Tuhan memberkati Bang Budi dan membukakan pintu-pintu berkat yang lain :) GBU

karila arilex said...

Upss...baru baca kalimat terahkir, ternyata yang nulis bukan bang budi...
Hehehe..salam kenal,aku karila dari karila.blogspot.com, teman blogger bang Budi..

Semoga Tuhan mengabulkan doa untuk mendapatkan momongan secepatnya..
God is Good all the time.. And all the time God is Good :)
Keep faith on Him and His mercy *hug*

Cara Herbal Menyembuhkan Penyakit Asam Urat said...

wah,,saya baru tahu kalo admin nya cewek,,,selamat ya,selamat,,,ya, hidup itu pilhan dan kita punya Tuhanyang maha besar dan tahu mana yang tebaik untuk kita..jangan takut. kalau yakin pasti baik untuk kita..:)

aisha said...

insyaAllah itu pilihanyang baik mbak..:)

Yogi Marsahala said...

dalam hidup kita harus memilih apa dan bagaimana kita hidup. komentar juga ya ke blog saya www.goocap.com

Farid said...

Mudah-mudah jalan hidup kita selalu dimudahkan.

Yongki Adi said...

yessss.... hidup memang urusan memilih... lupakan perbedaan 1=sama :) keeeppppp spirit bang jbu :)

Yogi Marsahala said...

dalam hidup kita harus memilih mau kemana dan bagaimana, komentar balik ya ke blog saya www.goocap.com

Yogi Marsahala said...

dalam hidup kita harus memilih mau apa dan bagaimana

fanny xiee said...

Terima kasih gan atas informasinya, sudah beberapa hari ini saya mencari informasi ini, ini sungguh sangat membantu saya . mulai sekarang saya akan bookmark blog ini agar saya bisa kembali dan melihat informasi yang terbaru.
mungkin agan atau pengunjung blog agan juga membutuh kan infomasi dari saya, silahkan liat artilek saya yang sangat Mohon kunjungi website kami
www.168sdbet.com
Terima kasih

Toko Bunga Jakarta said...

Mungkin Tuhan belum memeberikan seorang anak itu karena belum percaya dengan diri kita. Tapi percayalah, Tuhan akan memberikan hadiah yang kita tidak tau kapan datangnya, karena sabar itu tidak ada batasnya.

Baju Muslim Qirani said...

Benar, bahwa hidup itu pilihan. Kita perlu hikmat pengetahuan ke depan supaya dapat memilih dengan tepat. Thank